Koneksi Antar Materi Modul 3.1
Nama : Rafniwati
CGP A-6 Kab.Kampar Riau
Tugas Koneksi Antar Materi Modul 3.1.a.8
Fasilitator : Muh. Amin, R.S.Pd, M.Pd Pengajar Paraktik : Hafizah, S.Pd, M.Pd
Tujuan Pembelajaran Khusus:
- CGP membuat kesimpulan (sintesis) dari keseluruhan materi yang
didapat, dengan beraneka cara dan media.
- CGP dapat melakukan refleksi bersama fasilitator untuk mengambil
makna dari pengalaman belajar dan mengadakan metakognisi terhadap proses
pengambilan keputusan yang telah mereka lalui dan menggunakan pemahaman
barunya untuk memperbaiki proses pengambilan keputusan yang dilakukannya.
Kegiatan Pemantik:
Bacalah kutipan ini dan tafsirkan apa maksudnya:
“Mengajarkan anak menghitung
itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”
(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).
Bob Talbert
- Dari kutipan di atas, apa kaitannya dengan proses pembelajaran yang
sedang Anda pelajari saat ini?
- Bagaimana nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang kita anut dalam
suatu pengambilan keputusan dapat memberikan dampak pada lingkungan kita?
- Bagaimana Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran dapat
berkontribusi pada proses pembelajaran murid, dalam pengambilan keputusan
Anda?
·
Kaitan
kutipan diatas dengan proses pembelajaran yang dipelajari sekarang yaitu
pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin adalah
dimana sebagai seorang pendidik harus mampu mengajarkan kepada murid kita
tentang nilai-nilai yang baik dalam hidup, sehingga kedepannya murid kita
menjadi pribadi yang mempunyai perilaku yang baik dan mampu mengambil keputusan
berdasarkan nilai kebajikan universal. Nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita berpengaruh
kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan. Nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita secara
kodrati sebagai makhluk tuhan bahwa segala perilaku dan perbuatan kita sekecil
apapun akan dipertanggungjawabkan kelak diakhirat. Kaitannya sebagai seorang
pendidik nilai kejujuran, integritas, bisa diajarkan melalui pengamalan dan
keteladan pada murid-murid kita. Selain itu, pengamalan ajaran-ajaran
dari Tuhan akan membawa kebaikan bagi kita dan orang lain yang sejalan dengan
nilai-nilai kebajikan universal.
·
sebagai
seorang pemimpin pembelajaran dapat berkontribusi pada proses pembelajaran
murid, dalam pengambilan keputusan .
Sebagai seorang pendidik, guru harus memiliki keterampilan pengambilan
keputusan yang baik. Kaitannya dalam lingkup sekolah terutama sebagai pemimpin
pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas, guru dalam mengambil keputusan
hendaknya memerdekakan
murid-muridnya. Pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran
yang tepat yaitu pengambilan keputusan berbasis etika, sesuai visi misi
berpihak pada murid, budaya positif serta nilai-nilai yang dianggap penting dalam
sebuah institusi sehingga prinsip-prinsip dasar yang menjadi acuan akan jelas
yang mewujudkan lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman sehingga
bakat dan potensi dalam diri siswa bisa tercapai secara optimal hingga tercipta
profil pelajar pancasila. Pengambilan keputusan yang tepat dan bijak
sebagai pemimpin pembelajaran
akan sangat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya. Seorang
guru ketika mengambil sebuah keputusan akan menjadi pembelajaran bagi setiap
muridnya. Keputusan-keputusan itu akan menjadi teladan serta memotivasi dan
mendukung potensi murid. Dan pada akhirnya membawa pengalaman yang
sedikit banyak mempengaruhi cara berfikir mereka kelak. Setiap keputusan yang
dibuat seorang guru dalam pembelajaran akan memaksimalkan potensi setiap anak
atau sebaliknya. Sehingga keberhasilan seorang guru bukan hanya mengajarkan
kecerdasan kognitif melainkan kecerdasan social- emosional serta spiritual
secara menyeluruh.
Panduan Pertanyaan untuk membuat Rangkuman Kesimpulan Pembelajaran (Koneksi
Antarmateri):
- Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka
memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang
pemimpin?
- Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh
kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?
- Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’
(bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan
proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan
yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah
efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas
pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh
sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.
- Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial
emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan
khususnya masalah dilema etika?
- Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau
etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?
- Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada
terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.
- Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat
menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini?
Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?
- Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan
pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan
pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?
- Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan
dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?
- Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari
pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul
sebelumnya?
- Sejauh mana pemahaman Anda tentang
konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika
dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip
pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan.
Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?
- Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan
pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema?
Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?
- Bagaimana dampak
mempelajari konsep ini buat Anda, perubahan apa yang terjadi
pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti
pembelajaran modul ini?
- Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai
seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?
Jawaban
1. Patrap triloka terdiri atas
tiga semboyan yaitu Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, Tut wuri
handayani. semboyan tersebut artinya adalah "di depan memberi
teladan", "di tengah membangun motivasi", dan "di belakang
memberikan dukungan". Ini sangat
erat sekali hubunannya dengan penerapan pengambilan
keputusan sebagai seorang pemimpin, dimana ini juga dijadikan
semboyan dalam kementrian Pendidikan. Setiap keputusan yang diambil
pemimpin haruslah mengacu pada nilai-nilai kebaikan dengan menjiwai tiga
semboyan yang dicetuskan oleh KHD tentang
asas-asas pendidikan, karena pemimpin
adalah sosok yang diteladani oleh guru, murid dan masyarakat sehingga
suka ataupun tidak guru harus
memantaskan diri untuk bisa digugu dan
ditiru dengan berupaya membentuk nilai-nilai kebaikan dalam dirinya dengan
mengambil berdasarkan tiga unsur yaitu keberpihakan kepada murid, bertanggung
jawab dan mengandung nilai kebajikan.
2. Nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita,
berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu
keputusan dimana ini dapat kita
lihat dari nilai yang ada di dalam diri kita yang kita bawak sejak kecil sampai
sekarang yang di dapat dari pembelajaran dirumah dan pergaulan dilingkungan.
dengan adanya nilai-nilai kebajikan universal yang sudah tertanam sejak kita
berada di lingkungan keluarga, seperti The Seven Essential Virtues (dari
Building Moral Intelligence, Michele Borba). Ada nilai empati, suara hati,
kontrol diri, rasa hormat, kebaikan, toleransi dan keadilan. Nilai yang sudah
tertanam tersebut dapat mempengaruhi terhadap keputusan yang akan kita ambil
dalam penyelesaian suatu masalah. Sebagai orangtua dan guru hendaklah
menanamkan nilai-nilai kebajikan universal yang akan terus bermanfaat bagi
putra-putri kita. Nilai-nilai kebajikan universal yang tertanam dalam diri kita
akan mempengaruhi kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan
suatu keputusan. Suatu contoh, jika anak sering diajarkan bagaimana cara
menyenngkan orang banyak, maka dalam mengambil keputusan berpikir berbasis
hasil akhir. Kalau sejak kecil sudah diajarkan menaati peraturan yang ada, maka
cara berpikir kita akan berbasis peraturan. Dan apabila sejak kecil kita sudah
diajarkan tentang empati, maka prinsip pengambilan keputusan kita lebih besar
akan berpikir berbasis rasa peduli.
3. Kegiatan terbimbing pada LMS modul 3.1 materi
pengambilan keputusan berkaitan erat dengan kegiatan coaching yang diberikan
pendamping ataupun fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita.
Terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil, di mana
dengan coaching kita dapat menuntun seseorang untuk menemukan solusi terbaik
dari segala masalah mereka. Dengan banyak mendengarkan dan menjadi coach bagi
murid ataupun rekan sejawat, kita dapat menerapkan paradigma, prinsip, dan
langkah-langkah dalam pengambilan dan pengujian suatu keputusan. Namun segala
keputusan tetap kita serahkan kepada murid tersebut. Itulah bedanya dengan
konselor ataupun mentor. Keterampilan
coaching ini membekali guru dalam proses pengambilan keputusan. Dalam
proses pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, diperlukan
kompetensi kesadaran diri (self awareness), pengelolaan
diri (self management), kesadaran sosial (social awareness)
dan keterampilan berhubungan sosial (relationship skills).
Sehingga proses pengambilan keputusan dapat dilakukan secara sadar penuh (mindful),
sadar dengan berbagai pilihan dan konsekuensi yang ada. kompetensi self
awarness, self management, sosial awarness dan relationship skills akan
membantu guru mengambil sebuah keputusan terkait permasalahan dilema etika
maupun bujukan moral dengan sebuah keputusan yang bijak Pengambilan keputusan yang
diambil berdasarkan 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pasti akan lebih
efektif dan dapat dipertanggung jawabkan. Apabila dalam pengambilan keputusan
masih terdapat keragu-raguan, maka untuk mempertimbangkan pengambilan keputusan
tersebut bisa dibantu dengan sesi coaching. Dimana rekan sejawat ataupun siswa
yang bermasalah dapat menceritakan secara jelas dan dapat kita bantu serta
tuntun mereka untuk menemukan keputusan terbaik dari masalah mereka. Untuk
rekan sejawat dapat dilakukan dalam supervise akademik.
4. Kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari
aspek sosial emosionalnya juga akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan.
Dimana dengan kematangan aspek sosial emosional kita dapat mengambil keputusan
secara tenang dan benar. Tidak grusa-grusu. Keputusan yang akan diambil diuji
terlebih dahulu pada langkah ke-9 yaitu lihat lagi keputusan dan refleksikan.
Di sana kita dapat menggunakan kematangan sosial emosional kita untuk
memikirkan kembali apakah keputusan yang kita ambil itu sudah tepat. Dengan
merefleksikan dan bertanya kepada diri sendiri tentang keputusan yang diambil
itu akan lebih membantu membuat keputusan yang benar-benar dapat
dipertanggungjawabkan dan efektif. Dan menjadi keputusan yang dapat memberikan
manfaat.
5. Pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah
moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik dimana
dalam kasus keseharian, kasus dianalisis terlebih dahulu apakah itu merupakan
dilema etika ataukah itu adalah bujukan moral. Dilema etika merupakan situasi
dimana kita dihadapkan pada hal benar lawan benar, namun saling bertentangan.
Sedangkan bujukan moral adalah situasi di mana kita dihadapkan dengan dua hal
yang benar melawan salah. Seorang pendidik yang mempunyai nilai-nilai kebajikan
universal yang tertanam baik dalam diri mereka dalam mengambil keputusan akan
mengedepankan kepentingan murid. Serta patuh dan taat pada peraturan yang
berlaku sesuai dengan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Jika ada
studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika maka sebagai seorang
pendidik dapat menerapkan paradigma mana yang sesuai dengan masalah tersebut
serta prinsip mana yang akan diambil dalam pengambilan keputusan.
6. Apabila pengambilan keputusan sudah tepat,
tentunya akan berdampak pada terciptanya lingkungan yang kondusif, aman, dan
nyaman. Karena keputusan yang tepat, sudah dipertimbangkan baik buruk, serta
resikonya. Keputusan tidak dapat mengakomodasi seluruh pendapat orang, namun
paling tidak sebagian besar sudah terakomodasi, sehingga akan tercipta suasana
kondusif. Keputusan yang diambil dengan mempertimbangkan kemaslahatan Bersama
akan berdampak baik, sehingga para pihak yang terlibat akan merasa senang
dengan keputusan tersebut dan mereka akan melaksanakan keputusan tersebut
dengan baik dan bertanggung jawab
7. Kesulitan-kesulitan di lingkungan untuk
menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini antara
lain jarang ada komunikasi yang intensif dengan wali murid dan rekan sejawat.
meskipun kurang maksimal. Paradigma di lingkungan sekitar sudah mulai bergeser
dari konvensional menuju ke era digital. Hal tersebut dapat mempengaruhi
keputusan terhadap kasus yang terjadi di sekitar kita. Selain itu, perbedaan
sudut pandang juga dapat menjadi kesulitan yang dihadapi dalam mengambil
keputusan.
8. Pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil
sebagai pemimpin pembelajaran haruslah berpihak kepada murid dengan pengajaran
yang memerdekakan murid-murid kita. Kebutuhan murid yang tidak sama dan
memerlukan cara belajar yang berbeda-beda dapat dipetakan terlebih dahulu
kebutuhan belajar murid berdasarkan profil belajar yaitu melaksanakan
pembelajaran berdiferensiasi. Hal tersebut untuk memberikan kesempatan kepada
murid supaya belajar secara natural dan efisien. Pengambilan keputusan dalam
proses pembelajaran seperti preferensi terhadap lingkungan belajar, pengaruh
budaya, gaya belajar, kecerdasan majemuk dapat kita identifikasi pada
murid-murid kita. Sehingga murid dapat Merdeka belajar dan sesuai dengan profil
pelajar Pancasila. dan sebagai seorang pendidik mampu untuk menggunakan
strategi dan metode yang tepat setelah dilakukan pemetaan murid diawal.
9. Sebagai seorang pemimpin pembelajaran dalam
mengambil keputusan harus hati-hati dan benar-benar dipikirkan matang-matang
sesuai dengan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan dan pengujian
keputusan. Karena keputusan yang kita ambil dapat mempengaruhi kehidupan atau
masa depan murid-murid kita. Sekali kita salah mengambil keputusan atau
keputusan kita tergesa-gesa, tanpa didasari oleh cara pengambilan keputusan
maka akan merugikan murid-murid. Masa depan murid-murid kita dapat dipersiapkan
dengan baik mulai dari sekarang dengan pengambilan keputusan dari seorang
pemimpin pembelajaran yang benar-benar berpihak pada murid dan mengedepankan kepentingan
murid. Setiap keputusan yang diambil guru sebagai pemimpin pembelajaran
haruslah mengacu pada nilai-nilai kebaikan dengan menjiwai tiga semboyan yang
dicetuskan oleh KHD tentang asas-asas
pendidikan, karena guru adalah sosok yang diteladani oleh murid dan masyarakat
sehingga suka ataupun tidak guru harus
memantaskan diri untuk bisa digugu dan
ditiru dengan berupaya membentuk nilai-nilai kebaikan dalam dirinya.
10. Kesimpulan akhir yang dapat ditarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya yaitu kita harus berpedoman pada filosofi Ki Hajar Dewantara, dimana guru menjadi teladan, fasilitator, motivator maupun pembangkit semangat untuk murid-murid kita. Nilai-nilai dan prinsip-prinsip sebagai guru penggerak sangat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan, seperti mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid. Kepiawaian seorang guru dalam menjadi coach bagi guru lain juga sangat mempengaruhi dalam pengambilan suatu keputusan. Di mana kita harus banyak mendengar, kemudian menuntun murid maupun rekan sejawat menemukan solusinya sendiri. Keputusan yang sudah diambil harus dapat dipertanggungjawabkan. Aspek sosial emosional tak kalah pentingnya dalam suatu pengambilan keputusan, dimana dengan keadaan yang tenang, kita bisa berpikir lambat. Dengan demikian, keputusan yang diambil pastilah sudah dipertimbangkan dan dipikirkan dengan matang. Untuk dapat mengambil sebuah keputusan dengan baik maka keterampilan coaching akan membantu kita sebagai pemimpin pembelajaran dengan pertanyaan- pertanyaan yang efektif dan komunikasi asertif yang baik akan mengarahkan kita keberbagai opsi dalam pengambilan keputusan. Sehingga dengan keterampilan coaching ini dapat membantu murid dalam mencari solusi atas masalahnya sendiri. Tidak sebatas pada murid, keterampilan coaching dapat diterapkan pada rekan sejawat atau komunitas praktisi terkait permasalahan yang dialami dalam proses pembelajaran.
Selain itu diperlukan kompetensi kesadaran diri
(self awareness), pengelolaan diri (self management), kesadaran sosial (social
awareness) dan keterampilan berhubungan sosial (relationship skills) untuk
mengambil keputusan dan proses pengambilan keputusan diharapkan dapat dilakukan
secara sadar penuh(mindfulnes), sadar dengan berbagai pilihan dan konsekuensi
yang ada. Diharapkan keputusan yang diambil setelah melalui proses dan prinsip
pengambilan dan pengujian keputusan dapat menguntungkan banyak pihak. Semoga
keputusan yang kita ambil dapat memajukan pendidikan di Indonesia.
11. Saya sudah memahami tentang
konsep-konsep yang telah pelajari di modul ini 3.1 yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4
paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah
pengambilan dan pengujian keputusan. Di dalam Ruang Kolaborasi
sesi 1 dan sesi dua juga membahas mengenai pengambilan keputusan yang baik
dengan bapak Fasilitator Dan teman-teman CGP.Itu menambah wawasan saya menegnai
konsep pengambilan keputusan yang dilakukan oleh seorang pemimpin. Ditambah
lagi dengan Tugas Demonstrasi Kntektual dimana kita sebagai CGP ditugaskan
untuk mewawancarai 2 sampai 3 kepala sekolah mengenai pengambilan keputusan
yang mengandung dilema etika. Dengan lansung terjun kelapangan mendapat banyal
ilmu dari tanggapan tanggapan kepala sekolah tersebut itu merupakan hal yang
baru buat saya.
12. Sebelum saya pernah
menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dalam situasi
moral dilema, namun belum maksimal dalam penyelesaiannya karena saya
meneyelesaikan belum berpatokan dengan, 4
paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah
pengambilan dan pengujian keputusan. Tetapi saya sudah
menerapkan dalam pengambilan kepitusan tersebut 3 unsur yaitu bertanggung
jawab, berpihak kepada murid dan mengandung nilai kebajikan.
13. Dengan mempelajari
konsep , 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan,
dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Tentu
ada perubahan yang terjadi. Sebagai seorang pemimpin pembelajaran tentulah
keputusan yang diambil harus menerapkan 4 paradigma pengambilan
keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan
pengujian keputusan, sehingga keputusan tersebut menjadi
keputusan yang baik untuk semua dan tidak merugikan murid dan teman sejawat.
Sebelumnya mempelajari mosul ini pengambilan keputusan hanya berdasarkan nilai
kebajikan saja tanpa melihat konsep pengambilan keputusan yang lainnya.
14. Seberapa
penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda
sebagai seorang pemimpin?
Dengan mempelajari topik
modul 3.1 ini sangat besar manfaatnya buat saya, dimana banyak ilmu yang di
dapat dalam modul ini dalam menerapkan konsep pengambilan keputusan yaitu menerapkan 4 paradigma
pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah
pengambilan dan pengujian keputusan sehingga keputusan
tersebut menjadi keputusan terbaik.baik sebagai Kepala Sekola atau sebagai
pemimpin pembelajaran.
Terima Kasih



Mantap bu, tetap semangat menjalani PGPnya
BalasHapus